Kamis, 23 April 2015

Harga Bensin dan Tabung Gas Elpiji Naik





          Pada tanggal 1 Maret 2015 telah resmi di umumkan oleh pemerintah  harga premium dan gas elpiji 12 kg naik drastis. Sekarang ini, kenaikan harga BBM jenis premium sebesar 6.800 per liter tetapi pemerintah tidak menaikan harga jenis solar tetap sebesar Rp. 6.400 per liter. Sedangkan harga tabung gas 12 kg naik Rp. 5000 per tabung gas menjadi 134 per tabung gas. Saat awal januari lalu naik drastic sebesar Rp. 134.700 per tabung. Kemudian tanggal 19 Januari lalu harga turunkan lagi oleh pemerintah menjadi Rp. 129.000 per tabung.
          Adanya tujuan dari pemerintah itu sendiri ingin mengyeimbangkan biaya ekonomi dari BBM dengan perekonomian global. Meskipun saat ini perekonomian sedang tidak stabil tetapi pemerintah berusaha untuk mengetahui peristiwa-peristiwa kenaikan harga bahan bakar yang mungkin di pengaruhi juga oleh inflasi. Inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga bbm sulit di hindari. Dengan demikian kenaikan BBM dan tabung gas elpiji mempengaruhi kondisi perekonomian masyarakat kecil yang tidak mampu membeli bahan bakar. Tetapi kebijakan tersebut tidak membuat harga bahan bakar menurun bahkan pemerintah. seharusnya berupaya memikirkan solusi yang tepat seperti Negara penghasil minyak lainnya yang mengelola minyaknya dengan baik dan juga menjual minyaknya lebih murah di dalam negri.
Dampak yang terjadi akibat kenaikan harga bbm dan gas elpiji adalah rakyat miskin yang tidak mampu membeli bensin premium beralih ke bensin eceran, angkutan umum juga menaikan tarif yang naik tidak wajar dan ibu rumah tangga memasak menggunakan tabung gas elpiji 12kg .
Dengan adanya kenaikan harga tabung gas elpiji dan harga BBM oleh pemerintah pusat, secara otomatis keadaan tersebut sangat memberatkan masyarakat Indonesia.

         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar