Jumat, 13 Maret 2015

SEMANGAT UNTUK SEMBUH

Nama              : Maria Reni
Kelas               : 3EA04
Npm                : 14212428

SEMANGAT UNTUK SEMBUH

            Disini aku ingin menceritakan tentang kehidupan kakak ku sebelum ia pergi jauh meninggalkan orang-orang terdekatknya. Kakakku bernama Anastasia Ajeng, kakakku berumur 22 tahun dan ia tingkat akhir di Universitas daerah Jakarta Selatan.

            Pada saat kakaku duduk di bangku SMA, saat itu kakaku sakit DBD dan harus segera dirawat di Rumah Sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan di lab ternyata kakakku di fonis penyakit kebocoran di jantung. Ibu bapak serta keluarga pun kaget mendengar hal itu yang disampaikan oleh dokter. Pesan dari dokter tidak boleh terlalu capek karna sekali capek akan sesak nafas dan kakakku menuruti nasihat dari dokter.
Sekitar pertengahan tahun 2013, kakak dan ibu pergi ke bali dengan rombongan sekolahan ibu, saat sudah pulang ke Jakarta kakak ku mulai sakit panas. Kakak ku tidak ingin periksa ke dokter mungkin karena sakit panas biasa dan dia hanya minum obat penurun panas. Hal itu tidak membuat kakakku pantang menyerah untuk kuliah, ia masih sama seperti dulu. Menjalani rutinitas seperti mahasiswa yang lainnya. Saat sakit ia harus mengikuti PKL untuk mengajar murid-murid SMA di sekolah negri, lalu malamnya ia  harus mengajarkan 5 anak SD di rumah. 

Bulan desember 2013, saat malam hari kakaku sempat drop lalu dibawa ke Rumah Sakit di daerah Jakarta Timur dan dilarikan ke UGD setelah diperiksa oleh dokter ternyata HB-nya turun menjadi 5 dan terpaksa di rawat inap. 4 kantong transfusi darah yang ia terima dan dimasukan kedalam tubuhnya lewat infusan. Setiap malam ia sering merasakan kedinginan sehingga tubuhnya mengigil. Setelah hampir 2 minggu ia di rawat akhirnya ia pulang ke rumah dan hasilnya membaik. Tetapi hal itu tidak membuahkan hasil lebih baik, bulan Januari 2014 kakakku masuk rumah sakit lagi karena penyakitnya kambuh. Semakin hari berat badan kakaku turun dan menjadi kurus. 

            Suatu hari ia diajak tante ku untuk pergi berobat alternatif, Ia diberikan minyak untuk dioleskan dikakinya secara rutin, setelah ia memakai minyak dikakinya tidak disarari kakinya kian membengkak dikarenakan terjadi pembengkakan darah di kakinya sehingga ia susah untuk berjalan. Kakinya juga muncul bintik-bintik merah seperti habis di gigit nyamuk tapi tidak terasa gatal. Semakin lama bintik merah itu semakin banyak di kaki serta tubuhnya. 

Juni 2014, kakakku pergi ke jogja untuk mencoba berobat alternatif disana. setelah 2 hari di jogja tak disangka kakaku kambuh lagi penyakitnya, dan om ku menyuruh untuk rawat inap di rumah sakit  tetapi kakakku tetep kekeh ga mau di rawat tetapi om ku terpaksa membawanya ke salah satu rumah sakit di jogja, setelah mendapatkan kabar tersebut ibuku segara pergi ke jogja menyusul kakaku ke jogja menggunakan pesawat terbang,  kemudian karena alat medis di rumah sakit tersebut tidak lengkap dan dokter yang menangani kakakku dinas di salah satu rumah sakit besar di jogja, kakakku di bawa ke rumah sakit tersebut. Disana ia merasa kesepian dan ia minta aku datang, seketika aku datang wajah ia senang karna aku datang menjenguknya dan aku menginap di rumah sakit. Aku ditunjukan selang dibagian dadanya oleh kakaku setiap 6 jam sekali cairan di jantungnya disedot menggunakan suntikan, banyak cairan yang di ambil soalnya terlalu banyak cairan di dalam kantong jantungnya. 

            Kakak sepupuku menyuruh kepada ibuku untuk memindahkan kakaku di rawat di rumah sakit kisaran karawaci karena kakak sepupu ku kerja di rumah sakit tersebut.       Pada hari yang sama akhirnya kakaku dibawa ke Jakarta menggunakan mobil pribadi, sepanjang perjalanan ia memakai selang oksigen saat sampai bandung tabung oksigen habis terpaksa mengisi dahulu soalnya perjalanan masih sangat panjang.

Saat sampai di rumah sakit itu kakaku langsung memasuki ruang inap. Besokannya aku mendapat kabar dari ibu kalau kakakku sempat tidak sadarkan diri dan aku segera berangkat ke sana. Setelah aku sampai aku melihat kakakku tidak sadarkan diri di tempat tidurnya disitu aku sedih melihat kakakku tidak sadarkan diri. Segera perawat-perawat lainnya membawanya ke ICCU, waktu jam besuk aku memasuki ruangan iccu aku melihat kakakku memakai selang dimulutnya, hidungnya, dan dadanya aku menangis melihat kakakku sepeti itu, di luar aku berfikir yang gak gak tentang hal itu dan berharap keajaiban datang untuk membangunkan dari komanya. 

Seminggu bertepatan 11 juni ia berulang tahun keajaiban belum datang. Akhirnya setelah ulang tahunnya kakakku bangun dari komanya. Saat ia bangun dari komanya pacar kakakku berada di sampingnya, dan mendapatkan hasil gerakan respon dari kakakku. Setelah itu kakakku di periksa dan ternyata hasilnya kakakku terkena penyakit lupus, lupus penyakit yang bisa mematikan dan wujud dari lupus beda-beda. Kata dokter kakakku sudah komplikasi di jantung, dan saraf-saraf sudah terkena virus yang menyebabkan kakakku menjadi suka lupa. Dokter menganjurkan segera melakukan operasi untuk memasang ring di jantung setelah penyakit lupusnya sembuh. 

Sudah 2 bulan kakakku berada dirumah sakit tersebut dan kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya. Banyak pantangan yang tidak boleh dilakukan seperti selamanya tidak boleh terkena matahari kalau mau berjemur harus di bawah jam 7 pagi dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Setelah 2 bulan di rumah sakit tersebut dan kondisinya membaik kakaku di izinkan pulang tetapi harus rawat jalan juga. Dokter juga mengusulkan untuk check up ke rumah sakit khusus jantung, sudah 2 kali ia pergi kesana tapi selalu tutup.

Kakakku banyak sekali cerita dan keluh kesa selama di rumah sakit serta obat-obat yang terlalu banyak dan mahal setengah obat bisa menghabiskan biaya yang cukup lumayan. Dan biaya rawat jalan juga tidak murah. Apa lagi kata dokter 1 obat lupus sangat mahal sekitar 100juta-an tetapi dokter tidak yakin obat itu dapat 100 persen dapat sembuh total. 

Satu hari sebelum kakakku pergi ia membeli banyak sekali makanan dan dia makan cireng banyak sekali tidak seperti biasanya, dan dia juga mengajak aku ingin mendirikan bisnis kartu udangan. Aku melihat raut wajah kakakku beda gak kaya biasanya, dan dia bilang kalau akhir-akhir ini (seminggu sebelum meninggal) dia merasa ngantuk dan tidur terus. Dia juga bilang kalau ia ingin mengajukan judul skripsi ke kampus dan gak mau cuti lagi.

Besok paginya tepat 13 september, kakakku tiba-tiba kejang-kejang sehingga dilarikan ke rumah sakit yang pertama, aku milihat dia sedang ditangani di ugd dan aku lihat banyak darah yang keluar dari mulutnya, setelah dia sedikit sadar segera dilarikan ke iccu. Aku hanya bisa melihat dari ruang ruangan kondisi dia. Aku berdoa kepada Tuhan untuk diberikan jalan yang terbaik untuk kakakku. Beberapa menit kemudian aku masuk ke ruangan dan ternyata nyawa kakakku sudah tidak bisa tertolong lagi. 

            Setelah kakakku pergi banyak pesan dan banyak kenangan yang terjadi.

Didalam tulisan non ilmiah ini menggunakan penalaran induktif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar