Rabu, 20 Mei 2015

Proses Penyususnan Karya Ilmiah



BAB I
PENDAHULIUAN

1.1  Latar Belakang
Karya ilmiah merupakan suatu hasil tulisan dan persyaratan tata tulis serta melengkapi syarat-syarat untuk mencapai gelar sarja muda. Secara umum, proses penulisan karya ilmiah dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu : tahap prapenulisan, tahap penulisan dan tahap perbaikan.
      Kegiatan ilmiah terdapat masalah menjadi topic karangan ilmiah. Adanya tujuan penelitian, metode penelitian, teori yang dianut, objek penelitian, instrument yang digunakan, dan hasil penelitian yang di peroleh. Setelah hasil ditemukan dan dirumuskan, kegiatan penelitian harus di wujudkan dalam bentuk laporan. Sebab menulis laporan merupakan hasil komunikasi yang membutuhkan adanya pengertian yang sama antara penulis dan pembaca.
      Jadi, penyususnan karya ilmiah sangat penting untuk belajar menulis karya ilmiah dan memperjelas sasaran dan tujuan dilaksanakan penelitian sehingga dalam penelitian disampaikan secara tepat dan mudah dipahami. Sehingga penulis membuat makalah pnyususnan karya ilmiah sebagai bahan pembelajaran.

1.2  Rumusan Masalah
a.       Apa yang dimaksud dengan karya ilimah?
b.      Bagaimana sistematika atau kerangka penulisan karya ilmiah ?

1.3  Tujuan Penelitian
1.         Tujuan dari penelitian ilmiah untuk mengetahui bagaimana cara penulisan ilmiah dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku
2.         Mengetahui cara penulisan yang sesuai dengan penelitia.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1  Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah adalah karya yang disusun berdasarkan satu hasil penelitian dan dapat dipertanggungjawabkan keilmiahannya, bukan hasil rekaan atau pemikiran seseorang tanpa adanya penelitian. Karya non-ilmiah adalah karya yang belum memenuhi persyaratan-persyaratan ilmiah. Perbedaan antara karya ilmiah dan non-ilmiah lebih didasarkan pada pertanggungjawaban ilmiahnya. Sebagai karya hasil penelitian maka di dalam karya ilmiah harus ada beberapa komponen yaitu :
                    a.       Masalah penelitian
                    b.      Tujuan penelitian   
    C   .     Metode penelitian
                    d.      Kajian Teori
                    e.       Objek penelitian, data, dan variabel penelitian
                    f.       Hasil penelitian
Supaya para pembaca dapat lebih memahami keenam komponen di atas, maka disini akan dijelaskan secara singkat tentang keenam komponen tersebut.
                  a.       Masalah Penelitian
Berkaitan dengan masalah penelitian, yang dibahas mencakup: hakikat masalah, cara mencari masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, dan rumusan masalah. Sebelum kita melakukan suatu penelitian, pastilah kita harus menentukan masalah yang akan diteliti. Masalah dapat dipahami atau diartikan sebagai adanya keadaan, kejadian, atau peristiwa yang perlu untuk dipecahkan. Masalah biasanya timbul karena adanya kesenjangan antara yang satu dengan yang lain. Misalnya, antara apa yang seharusnya ada dan apa yang ada dalam kenyataan, mengenai teknologi dan pengetahuan ataupun sesuatu yang lain yang dapat menimbulkan suatu pertanyaan. Maka penelitian diharapkan dapat memecahkan masalah tersebut atau memperkecil kesenjangan yang terjadi.
Kita dapat menemukan suatu masalah dengan cara proaktif mencari dari berbagai sumber bacaan seperti karya ilmiah lain atau jurnal ilmiah, dari pertemuan-pertemuan ilmiah, pernyataan pemegang otoritas, pengamatn sepintas, dan sebagainya.
Seandainya kita telah menemukan masalah yang akan diteliti, maka pertama-tama kita harus menjelaskan mengapa masalah tersebut layak untuk diteliti, dilihat dari segi ilmiah dan segi kegunaan hasil peneliti tersebut.
Selanjutnya, jika masalah tersebut kita teliti maka kita akan menemukan sejumlah masalah yang lebih kecil yang perlu diidentifikasikan dulu. Kemudian dari masalah-masalah yang telah kita identifikasi, kita memilih sebuah masalah yang dianggap paling tepat untuk diteliti sebagai fokus dalam penelitian tersebut. Kita harus membatasi masalah yang kita teliti agar penelitian yang kita lakukan bisa lebih mendalam. Oleh karena itu, masalah yang akan kita teliti haruslah dirumuskan dulu dengan baik.  
  b.      Tujuan Penelitian
Setiap penelitian tentu mempunyai suatu tujuan. Supaya penelitian tersebut dapat terarah sesuai dengan masalahnya, maka tujuan penelitian itu harus sejalan dengan rumusan masalahnya.
Di sini perlu disinggung, bahwa judul penelitian sebaiknya sejalan dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian agar mempermudah para pembaca dalam memahaminya.
                  c.       Metode penelitian
Metode penelitian dapat diartikan sebagai jalan atau cara untuk memecahkan masalah. Metode penelitian dibagi menjadi dua yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif, maka ada dua cara untuk melakukan metode penelitian.
Metode kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis dengan bantuan analisis statistik, dan untuk membuat generalisasi dari sampel yang diangkat dari populasi. Sedangkan metode kualitatif digunakan untuk menjelaskan data-data yang ditemukan dari sebuah objek penelitian. Kalau penelitian kuantitatif bertujuan untuk menguji hipotesis, maka penelitian kualitatif bertujuan menemukan atau menyusun “teori-teori” baru dari data-data penelitian yang digunakan.
Selain penelitian kuantitatif dan kualitatif, ada satu lagi penelitian yang disebut dengan action research. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa siklus, biasanya digunakan untuk meningkatkan hasil belajar atau hasil suatu produk. Setiap siklus akan menghasilkan satu hipotesis yang akan digunakan untuk siklus selanjutnya. Kekurangan pada siklus pertama akan diperbaiki oleh siklus selanjutnya, begitu seterusnya sampai siklus yang terakhir dan didapatkan hasil yang dianggap memuaskan.
d.      Kajian Teori
Setelah masalah penelitian dirumuskan dan tujuan penelitian ditetapkan, maka harus dilanjutkan dengan kajian teori yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian. Kajian teori dapat diambil dari berbagai sumber, dari buku, jurnal, atau karangan ilmiah yang ada. Penelitian yang bersifat kuantitatif harus benar-benar mengkaji teori-teori yang ada lalu merumuskan konsep pikiran dari teori-teori tersebut, serta merumuskan hipotesis yang akan diuji berdasarkan data yang akan dikumpulkan.
Sedangkan dalam penelitian yang bersifat kualitatif kajian teori dikumpulkan sedikit demi sedikit. Data yang baru terkumpul langsung dianalisis, dijelaskan berdasarkan kerangka pikir yang telah ditetapkan.
  e.       Objek penelitian, data, dan variabel penelitian
Dalam penelitian kuantitatif objek penelitiannya disebut populasi, tetapi tidak seluruh populasi yang diteliti, melainkan hanya sampel (percontoh) dari populasi itu. Namun, hasil penelitian terhadap sampel itu kemudian digeneralisasikan sebagai hasil dari populasi itu. Sampel biasanya diambil sekian persen dari populasi, tergantung dari besarnya populasi itu.
Dalam penelitian kualitatif, besarnya objek yang diteliti tidak berdasarkan pada sampel, melainkan pada jumlah yang dianggap memadai atau mencukupi, sampai tujuan yang ingin diketahui dianggap telah tercapai.
Dalam penelitian kuantitatif berupa angka-angka nilai, kemudian akan dianalisis dengan bantuan statistik. Sedangkan penelitian kualitatif berupa hal, keadaa, kejadian, dan sebagainya.
Perlu dijelaskan bahwa objek penelitian tidak sama dengan data penelitian. Dalam penelitian kuantitatif ada istilah variabel penelitian. Yang dimaksud dengan variabel penelitian itu adalah sama hal dengan yang diteliti. Umpamanya, kalau judulnya adalah korelasi, antara kemampuan membaca dengan kemampuan menulis, maka variabelnya adalah kemampuan membaca dan menulis. Salah satu diantaranya dijadikan variabel bebas dan yang lain dijadikan variabel terikat.
 f.       Hasil Penelitian
Dalam penelitian kuantitatif, hasil penelitiannya berupa hasil perhitungan statistik terhadap variabel-variabel yang diteliti, lalu hasil perhitungan statistik ini dijadikan dasar untuk menguji hipotesis yang diajukan.





     



Kamis, 23 April 2015

Harga Bensin dan Tabung Gas Elpiji Naik





          Pada tanggal 1 Maret 2015 telah resmi di umumkan oleh pemerintah  harga premium dan gas elpiji 12 kg naik drastis. Sekarang ini, kenaikan harga BBM jenis premium sebesar 6.800 per liter tetapi pemerintah tidak menaikan harga jenis solar tetap sebesar Rp. 6.400 per liter. Sedangkan harga tabung gas 12 kg naik Rp. 5000 per tabung gas menjadi 134 per tabung gas. Saat awal januari lalu naik drastic sebesar Rp. 134.700 per tabung. Kemudian tanggal 19 Januari lalu harga turunkan lagi oleh pemerintah menjadi Rp. 129.000 per tabung.
          Adanya tujuan dari pemerintah itu sendiri ingin mengyeimbangkan biaya ekonomi dari BBM dengan perekonomian global. Meskipun saat ini perekonomian sedang tidak stabil tetapi pemerintah berusaha untuk mengetahui peristiwa-peristiwa kenaikan harga bahan bakar yang mungkin di pengaruhi juga oleh inflasi. Inflasi yang terjadi akibat kenaikan harga bbm sulit di hindari. Dengan demikian kenaikan BBM dan tabung gas elpiji mempengaruhi kondisi perekonomian masyarakat kecil yang tidak mampu membeli bahan bakar. Tetapi kebijakan tersebut tidak membuat harga bahan bakar menurun bahkan pemerintah. seharusnya berupaya memikirkan solusi yang tepat seperti Negara penghasil minyak lainnya yang mengelola minyaknya dengan baik dan juga menjual minyaknya lebih murah di dalam negri.
Dampak yang terjadi akibat kenaikan harga bbm dan gas elpiji adalah rakyat miskin yang tidak mampu membeli bensin premium beralih ke bensin eceran, angkutan umum juga menaikan tarif yang naik tidak wajar dan ibu rumah tangga memasak menggunakan tabung gas elpiji 12kg .
Dengan adanya kenaikan harga tabung gas elpiji dan harga BBM oleh pemerintah pusat, secara otomatis keadaan tersebut sangat memberatkan masyarakat Indonesia.

         

Jumat, 17 April 2015

KATA PENGANTAR



NAMA            : MARIA RENI

NPM               : 14212428

KELAS           : 3EA04


KATA PENGANTAR

            Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikamt dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaiakan penulisan ilmiah yang berjudul : Pengaruh Kinerja Guru Terhadap Proses Belajar Mengajar Pada Yayasan Sekolah Ignatius Slamet Riyadi.

            Penulisan ilmiah ini diajukan guna melengkapi salah satu syarat untuk mencapai gelar setara sarjana muda jenjang strata satu (S1) pada jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma.

            Dalam penulisan ini, Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih atas segala bantuan, dukungan dan bimbingan serta doa yang telah diberikan dari berbagi pihak.


Jakarta, 17 April 2015

Penulis